Home / BERITA / Unusa Resmikan PPMPI, Kajian Pertama Soal ke-Ekstrim-an Beragama

Unusa Resmikan PPMPI, Kajian Pertama Soal ke-Ekstrim-an Beragama

sPPMPISurabaya, Maraknya isu-isu liar ditengah masyarakat membuat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ambil sikap. Dengan meresmikan Pusat Pengembangan Masyarakat dan Peradaban Islam (PPMPI), dinilai mampu memberikan solusi atas permasalahan yang berkembang akibat kemajuan sains dan teknologi.

Peresmian PPMPI dihadiri sejumlah tokoh diantara Pengurus PBNU sekaligus Ketua Yayasan Unusa Prof.Dr.M.Nuh DEA, Ketua NU Kota Surabaya Dr Achmad Muhibbin Zuhri, yang ditandai dengan mengadakan kajian tahun 1439 H bertema ‘Mengkaji ke-Ekstrim-an Beragama (religious extremism) dalam Perspektif Psikologi dan Sosiologi’ , yang dihadiridi Hotel PrimeBiz Surabaya, Sabtu (16/12)

Kegiatan akhir tahun ini menghadirkan pakar psikologi dan sosiologi di Indonesia, Prof Dr Nasaruddin Umar, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Najib Azca, Center for Security and Peace Studies, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, dr. Hafid Algristian, Sp.KJ. – Kedokteran Jiwa, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, menuturkan adanya PPMPI dan kegiatan ini merupakan respons Unusa terhadap situasi sekarang ini. Mulai dari permasalahan agama, terlebih konflik dan kekerasan atas nama agama yang semakin meningkat.

“Kajian ‘Psikologi dan Sosiologi keekstriman Beragama’ UNUSA dibuat dalam rangka memperluas wawasan akan persoalan agama dan masyarakat. Serta memberi kontribusi pada usaha peningkatan kesejahteraan psikologis dan sosial masyarakat Indonesia dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih damai,” ungkapnya saat dihadapan awak media di Ruang Rektor, Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, Kemarin.

Guru Besar Robotika Teknik Elektro ini menambahkan, Kajian ini dibuat melalui serangkaian diskusi dengan para pakar psikologi dan sosiologi dari berbagai perguruan tinggi Indonesia, setiap minggu ke-2 sejak Desember 2017 hingga Agustus 2018.

Ia mengatakan pada akhirnya semua cabang ilmu pengetahuan memang saling terkait– kedua faktor di atas pun, baik sosial maupun individual, bisa saling mempengaruhi. Berangkat dari latar belakang tersebut, kegiatan ini dibatasi kajian ilmiah atas persoalan ke-ekstrim-an beragama di Pusat Pengembangan Masyarakat dan Peradaban Islam (PPMPI) UNUSA ke dalam kerangka ilmu Sosiologi dan Psikologi, dengan melihat urgensi masalah pada konteks kekinian (kontemporer), yaitu dampak Globalisasi dan dampak Urbanisasi.

Topik kajian Psikologi meliputi anxiety, cognitive dissonance, depresi, giftedness, dan psikologi komunitas. Topik kajian Sosiologi sendiri meliputi teori identitas, teori social movement, dan teori komunitas.

Sementara, Ketua PPMPI, Ir Wardah Alkatiri menjelaskan bahwa kegiatan melakukan pengkajian terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat sebagai akibat kemajuan sains dan teknologi, baik konteks lokal maupun nasional. Dari sudut pandang spiritualitas islam dan hukum islam.

“Program kerjanya sendiri mulai dari riset, kajian rutin, penerbitan jurnal dan buku hingga dakwah. Dengan tujuan, mengkaji dan mensosialisasikan pemikiran islam dalam menghadapi era globalisasi,” jelasnya. (win)

About admin

Check Also

IMG_1728

Tingkatkan TI di Bidang Kesehatan, Fakultas Teknik Unusa datangkan Pakar dari BPJS Kesehatan

Surabaya – Untuk menunjang perkembangan zaman dan kemampuan dalam bidang teknologi informasi, Program Studi S1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *