Home / BERITA / Ajak Warga Nahdliyin Kenang Peran Besar Santri Surabaya

Ajak Warga Nahdliyin Kenang Peran Besar Santri Surabaya

bedah buku santri 1Surabaya, Warga Nahdliyin kota Surabaya Semoga diajak menengok kembali peran santri Surabaya dalam tragedi 72 tahun atau tepatnya dalam peristiwa bersejarah 10 November 1945, hal tersebut mewarnai bedah buku Surabaya : Kota Pahlawan Santri yang digelar Lembaga Ta’lif Wan Nasr (LTN) NU Kota Surabaya,Rabu (29/11/2017), di kampus Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya.

penulis buku Surabaya : Kota Pahlawan Santri Rizal Mumazziq mengatakan buku tersebut mengingatkan kembali peran dan perjuangan santri berasal dari Surabaya untuk bangsa Indonesia. Sebab bangsa ini sedang mengalami fase menjadi bangsa yang melodramatik, mudah melupakan jasa-jasa dan amal sholeh para pendiri bangsa, khususnya para santri yang berjuang saat kemerdekaan di Surabaya.

Oleh karena itu, ia mengatakan perlu kiranya kita semua mengambil filosofi dari peringatan hari santri dan Hari Pahlawan 10 November. Sejarah membuktikan bagaimana Presiden RI Soekarno mengirim utusan untuk meminta fatwa kepada Rais Akbar Nahdatul Ulama (NU) dan sekaligus pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang K.H. Hasyim Asyari.

“Melalui utusannya, Soekarno bertanya kepada K.H. Hasyim Asyari, apakah hukumannya membela tanah air, bukan membela Allah, membela Islam atau membela Al-Qur’an?,” katanya.

Untuk menjawab pertanyaan Soekarno itu, Hasyim Asyari memerintah K.H. Wahab Chasbullah untuk menggelar rapat Konsul NU se-Jawa dan Madura untuk berkumpul di kantor PB Ansor NU di Jalan Bubutan Surabaya pada 23 Oktober 1945.

“Hasyim Asyari dalam pertemuan itu akhirnya mendeklarasikan ‘Jihad Fisabilillah’ yang dikenal dengan ‘Resolusi Jihad’,” katanya.

Resolusi Jihad ini berisi lima butir yakni pertama Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 yang wajib dipertahankan, kedua Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintah yang sah wajib dibela dan diselematkan.

halaqoh syariah 3

Ketiga, musuh-musuh Republik Indonesia, khususnya Belanda yang datang lagi membonceng tugas-tugas tentara sekutu (Amerika-Inggris) dalam hal tawanan perang bangsa Jepang tentu akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.

Keempat, Umat Islam terutama warga NU wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia dan terakhir kewajiban tersebut adalah “jihad” yang menjadi kewajiban bagi umat Muslim.

“Seruan tersebut akhirnya membangkitkan semangat para santri dan Arek-arek Suroboyo yang berpuncak pada 10 November 1945 yang menjadikan Surabaya banjir darah para pahlawan,” katanya.

Sementara itu Ketua NU Surabaya Dr Achmad Muhibbin Zuhri mengatakan sebuah pembuktian yang tidak banyak direkam dalam catatan sejarah bangsa, bahwa perjuangan rakyat, perjuangan NU untuk membela kemerdekaan Indonesia.”Resolusi Jihad yang dikeluarkan K.H. Hasyim Asy’ari saat itu dan disebarkan kepada para pejuang di Surabaya adalah penyemangat terbesar perlawanan,” katanya.

Jejak sejarah perjuangan Arek-arek Suroboyo melawan kolonialisme Belanda hingga kini masih membekas. Puing-puing bangunan kuno bekas peninggalan Belanda yang merupakan saksi perjuangan Arek-arek Suroboyo juga masih berdiri kokoh di sudut-sudut kota.

Sedikitnya ada sekitar 6.000-16.000 pejuang di Surabaya yang gugur dalam pertempuran merebut kemerdekaan melawan penjajah tepatnya pada 10 November 1945 atau setelah Proklamasi Kemerdekaan RI. Peristiwa 10 November 1945 ini yang kemudian dikenal dengan Hari Pahlawan.

Semangat para pejuang di Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia patut mendapat apresiasi dari pemerintah. Salah satu yang perlu dilakukan oleh pemerintah pusat adalah memusatkan Peringatan Hari Pahlawan di Kota Surabaya. (win)

About admin

Check Also

IPPNU

Tingkatkan Kreatifitas, PW IPPNU Jatim Gelar Madrasah Desain.

Surabaya, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PW IPPNU JATIM) menyelenggarakan Madrasah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *