Home / BERITA / Buku Hadrah Kiai: Puisi Santri Untuk Kiai

Buku Hadrah Kiai: Puisi Santri Untuk Kiai

hadrah kiaiSurabaya, Kiai bukan hanya yang berkecimpung sebagai penda’i di layar kaca televisi, namun kiai yang sebenarnya adalah kiai yang kurang dikenal di wilayah publik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sergah Raedhu akan sosok Kiai dalam bukunya “Bedah buku Hadrah Kiai: Puisi Santri Untuk Kiai” yang diseminarkan beberapa waktu yang lalu Komunitas Baca Rakyat bersama Civitas Academika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Raedhu mengatakan bahwa tidak semua kiai mengandung moment puitik. Kiai dalam pandangan Raedhu bisa berpotensi menciptakan moment puitik atau bisa juga tidak. ” Bergantung bagaimana seseorang bisa menjalani tahapan mencipta bait indah,”ujarnya, Selasa (14/11)

Ia menambahkan menjaga ruh kejujuran dalam diri merupakan langkah awal dalam mencipta bait puisi. Sebagaimana pembuatan puisi Hadrah Kiai: Puisi Santri Untuk Kiai, menurutnya proses pembuatan seperti ada kedekatan secara emosional. Sebagaimana karya suluk Gus Dur serta suluk Gus Miek, kehadirannya seperti ada kedekatan yang erat antara penulis dan kiai.

Faizi selaku pembanding serta penulis Beauty On The Bus, mengatakan, bahwa Buku Hadrah Kiai: Puisi Santri Untuk Kiai, bagaikan ensiklopedi yang tepat untuk mengenal sosok Kiai yang ada di wilayah Nusantara. Meskipun bagi Faizi, sosok Ulama yang ada di puisi Raedhu kurang begitu menyeluruh. “Sosok yang di puisikan berkesan hanya pada sosok yang memiliki kedekatan secara emosional dengan penulis,”ujarnya.

Rijal Mummaziq Zionis Ketua LTN NU Kota Surabaya yang juga selaku pegiat Komunitas Baca Rakyat serta moderator acara menuturkan, bahwa Buku Hadrah Kiai: Puisi Santri Untuk Kiai, merupakan wujud kecintaan sang santri pada Kiai.(erw)

About admin

Check Also

bik nunnah unusa

Mahasiswa Unusa Ciptakan Produk Biskuit Mengatasi Mual Pada Ibu Hamil

Surabaya, Inovasi kembali dihasilkan para mahasiswa. Kali ini empat mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *