Home / BERITA / UNUSA Tambah Satu Dosen Gelar Doktor

UNUSA Tambah Satu Dosen Gelar Doktor

imaSurabaya, Nama besar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi kebanggaan dalam pendorong kinerja dosen di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Karena itu agar performance Unusa terkait dengan program tri dharma perguruan tinggi berjalan optimal, ke depan nilai-nilai ke-NU-an terus dijaga dan didesiminasikan. Hal tersebut merupakan kesimpulan akhir dari disertasi Ima Nadatain, yang terungkap dalam sidang terbuka ujian doktor di Universitas Airlangga, Senin (24/7/2017).

Di bawah promotor Dr Seger Handoyo, Drs M.Si, co-promotor Widodo J.Pudjirahardjo.,dr.,MS.,MPH., Dr.PH dan Prof. Dr. Yusti Probowati, Psi., M.Psi ibu dua anak yang menjabat sebagai Wakil Rektor III Unusa ini, meneliti pengaruh nilai bersama NU, kebanggaan dan perilaku warga organisasi terhadap kinerja dosen di lingkungan Unusa.

Dengan selesainya ujian terbuka ini, Unusa kini menambah satu orang dosen bergelar doktor.
“Nilai Bersama NU yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi at-tawassuth (moderat), at-tawazun (seimbang), at-taadul (lurus), at-tasamuh (toleran), amarmarufnahimunkar (mengajak berbuat baik, mencegah berbuat jelek),” tutur Ima, yang dalam sidang gelar doktornya ini memperoleh predikat sangat memuaskan.

“Sehingga, nilai bersama NU menjadi pedoman perilaku dosen dalam melaksanakan kewajibannya. Selain itu, sebagai anggota Unusa, agar bisa menjadi kekuatan internal untuk meningkatkan motivasi dan semangat bekerja,” sambungnya.

Ia menjelaskan, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik, menggunakan jenis explanatory penelitian mengeksplorasi causa effect dari nilai Bersama NU terhadap kebanggaan organisasi atau institusi dan kinerja dosen agar berjalan secara berkelanjutan.

“Nilai Bersama NU juga harus diimplementasikan pada kegiatan harian dosen, dan nilai Bersama NU dalam organisasi diperkuat dengan meningkatkan pelatihan bagi dosen dengan metode evidence based diharapkan membawa kekuatan manajemen Unusa harus diperkuat dengan role model penerapan nilai Bersama NU, sehingga menjadi panutan dan tauladan bagi civitas akademika,” katanya.

Tidak hanya itu, Ima juga menyarankan agar Unusa dalam melakukan rekrutmen pegawai baru mengutamakan dan menggunakan instrumen wawancara yang berorientasi pada penerapan nilai Bersama NU. [sumber: Beritajatim.com)

About admin

Check Also

quran

Siapakah yang Disebut Manusia Qur’ani

Siapakah yang Disebut Manusia Qur’ani oleh : KH. Muhyiddin Khatib Pertanyaan: “Siapakah sebenarnya yang disebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *