Home / BERITA / Meningkat, Dana Lazisnu Capai 59 Miliar

Meningkat, Dana Lazisnu Capai 59 Miliar

lazisnuJAKARTA, Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) selama tahun 2016 berkonsentrasi pada penataan di dalam. Namun, juga dibarengi dengan perolehan dana ZIS yang mengalami peningkatan kurang lebih 1000 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya perolehan ada di angka 5-7 miliar. Tahun 2016 sudah mencapai 59 miliar,” urai Pengurus Lazisnu H Abdullah Mas’ud,Mas’ud,Kamis(2/2).

Dari angka 59 miliar tersebut, sekira 40 miliar terhimpun di Jakarta. Menurut Mas’ud, bila semua daerah digerakkan secara maksimal, pemasukan ZIS di Jakarta hanya berkisar 20 persen.

“NU Care-LAZISNU saat ini menerapkan manajemen MANTAP, yaitu Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah, dan Profesional. Semoga ini bisa menjadi tonggak semangat NU Care-LAZISNU ke depan,” harap Ma’ud.

Sementara itu, Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengatakan, NU Care-LAZISNU dalam penyaluran dana ZIS bersinergi dengan lembaga dan banom NU lainnya. Ia menyebut antara lain dalam penanganan pasca gempa Pidie Jaya, Aceh, NU Care bekerja sama dengan LPBINU dan LKNU.

Syamsul mengatakan seminar dan workshop kali ini diharapkan menjadi modal untuk terus mengembangkan NU Care LAZISNU. Sukabumi menjadi percontohan karena dinilai penerapan ZIS-nya sangat NU. Diharapkan apa yang sudah diterapkan di Sukabumi,dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

“Kita harus mengembangkan potensi di semua daerah untuk kepentingan daerah bersangkutan. Bila setiap kecamatan ada pemasukan dana ZIS senilai 100 juta per bulan, maka seluruh Indonesia akan senilai 1 triliun per bulan,” kata Syamsul.

Peningkatan NU Care-LAZISNU menjadi sangat penting bila berkaca pada lembaga zakat lainnya yang nilai pemasukannya lebih tinggi dan kiprahnya lebih dikenal.

“Kami harus sampaikan ke semua peserta bahwa persaingan semakin berat. Kita seperti baru bangun. Maka kekurangan itu harus kita perbaiki. Ada moto yang harus dipegang bahwa NU Care harus menjadi lembaga keuangan yang akuntabel, tidak bisa sewenang-wenang dan asal asalan,” kata Syamsul.

Ia menyebutkan saat ini NU Care telah mendapatkan sertifikat ISO 9001: 2015. NU Care harus taat pada audit oleh lembaga ISO tersebut. Pihaknya meminta kesiapan semua daerah mendukung sistem tersebut.(win)

About admin

Check Also

IMG_1728

Tingkatkan TI di Bidang Kesehatan, Fakultas Teknik Unusa datangkan Pakar dari BPJS Kesehatan

Surabaya – Untuk menunjang perkembangan zaman dan kemampuan dalam bidang teknologi informasi, Program Studi S1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *