Home / BERITA / Peringati Hari Anti Korupsi Internasional, IPNU Surabaya gelar Diskusi & Bedah Buku

Peringati Hari Anti Korupsi Internasional, IPNU Surabaya gelar Diskusi & Bedah Buku

diskusi-ipnuSurabaya, Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh pada setiap tanggal 9 Desember, IPNU Kota Surabaya menggelar acara diskusi dan bedah buku berjudul “Jihad Nahdlatul Ulama melawan Korupsi” yang digelar pada Ahad (11/12) pagi di Aula Gedung HoofdBestuur Nahdlatul Ulama yang kini menjadi kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya.

Hadir dalam diskusi tersebut sebagai Narasumber Dr. KH. Marzuki Wahid, MA. selaku editor buku tersebut dan juga Pdt. Simon Filantropha selaku perwakilan dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) wilayah Jawa Timur dan dimoderatori langsung oleh Robbah Munjidin Ahmada yang merupakan kader PKPT IPNU UIN Sunan Ampel Surabaya. Hadir pula, perwakilan dari Pemerintah kota Surabaya, yang dalam hal ini diwakili oleh Soepomo dan perwakilan Pengurus Cabang NU Kota Surabaya, Drs. H. Muchit Syarief.

Berkenaan dengan diskusi ini, dalam sambutannya, Soepomo menyebut bahwa korupsi adalah musuh bersama. “Kita bisa saja tidak melakukan korupsi sebab tidak da kesempatan, namun apsbila ada kesempatan, tidak ada yang bisa menjamin kita melakukan tindakan korupsi.” Tandasnya.

Drs. H. Muchit Syarief memberikan sambutan dan membuka diskusi tersebut mewakili dari Ketua PCNU Kota Surabaya yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya tersebut, beliau memperingatkan agar kader IPNU Kota Surabaya tidak terpesona dengan tindakan korupsi dan menghimbau untuk membekali diri dengan ilmu agama.

“NU sangat responsif dalam hal pemberantasan Korupsi, itu tercemin dalam serangkaian keputusan Muktamar maupun Munas yang telah lalu terjadi di NU”. Tandas Muzakki yang juga Sekretaris PP Lakpesdam tersebut. Lebih lanjut beliau berharap agar para pemuda yang ada di lingkungan NU membuat gerakan untuk mengawal keputusan-keputusan yang dihasilkan oleh Muktamar dan Munas NU tersebut.

Lain halnya dengan Pdt. Simon. Beliau menuturkan bahwa orang yang melakukan korupsi bukanlah orang yang miskin sebab yang melakukan korupsi merupakan orang yang berkecukupan bahkan bisa dibilang kaya. Dalam akhir pemberian materi, beliau yang juga petinggi Gusdurian Jawa Timur ini mengutip pendapat Yenni Wahid bahwa yang merusak bangsa Indonesia bukanlah perbedaan, tetapi moral yang bejat dan juga korupsi. (ikhwan)

About admin

Check Also

IMG_1728

Tingkatkan TI di Bidang Kesehatan, Fakultas Teknik Unusa datangkan Pakar dari BPJS Kesehatan

Surabaya – Untuk menunjang perkembangan zaman dan kemampuan dalam bidang teknologi informasi, Program Studi S1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *