Home / BERITA / Peringati Tahun Baru Islam, NU Tambaksari Kukuhkan Komitmen

Peringati Tahun Baru Islam, NU Tambaksari Kukuhkan Komitmen

Pelantikan MWC NU Kecamatan Tambaksari Surabaya oleh Rois Syuriah NU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman Nur, Jumat (14/10).
Pelantikan MWC NU Kecamatan Tambaksari Surabaya oleh Rois Syuriah NU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman Nur, Jumat (14/10).

SURABAYA, Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam yang ke-1438 H. MWC NU Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya menggelar pengajian yang diasuh oleh KH. Agoes Ali Masyhuri (Pengasuh PonPes Bumi Sholawat, Lebo-Sidoarjo).

Acara yang bertajuk “Indonesia menuju damai dan makmur bersama pemimpin yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT yang berpegang teguh kepada ajaran Ahli Sunnah wal Jamaah” ini digelar pada Jum’at, 14 Oktober 2016 di Jl. Ploso Timur III no. 80 Surabaya (Depan rumah H. Nur Fattah Sumadji yang juga salah satu pengurus NU Tambaksari) sekaligus mengukuhkan kepengurusan MWC NU Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya masa khidmat 2016-2021 yang dilantik langsung oleh Rais Syuriah NU Kota Surabaya, KH. Mas Sulaiman Nur.

Turut hadir dalam acara tersebut Rombongan PCNU Kota Surabaya, Polsek Tambaksari, berbagai banom dan lembaga yang ada di bawah naungan MWC NU Kecamatan Tambaksari serta berbagai kalangan warga Nahdliyyin yang ada di Tambaksari dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Ketua NU Kota Surabaya Dr Achmad Muhibbin Zuhri mengatakan bahwa NU harus senantiasa mengawal dalam hal keagamaan, jangan pernah tertipu dengan gaya yang kelihatan Islami, tetapi penuh dengan kepalsuan, Terlebih lagi di zaman yang serba modern ini kegelisahan semakin meningkat dan kecenderungan terhadap agama juga semakin meningkat, di situlah NU harus berperan. Selanjutnya, Muhibbin berharap agar Lailatul Ijtima’ ¬†rutin digelar di berbagai Masjid di wilayah Kecamatan Tambaksari agar warga NU tidak kecolongan terhadap Masjid-Masjidnya. Tandas Ketua Tanfidziyah NU Surabaya yang juga dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.
“Islam adalah agama yang tidak hanya menyelamatkan dirinya tetapi juga menyelamatkan orang lain. Orang yang sempurna agamanya akan menjadi obat bagi dirinya dan orang lain. sedangkan orang yang masih menyelamatkan hanya dirinya saja, maka orang tersebut masih belum sempurna agamanya. oleh sebab itu makna penting tentang tahun baru Hijriyah, yaitu hijrah untuk meninggalkan segala larangan Allah serta RasulNya serta melaksanakan segala perintahNya”. tegas KH. Agoes Ali Masyhuri.
(M. Ichwanul Arifin)

About admin

Check Also

sPPMPI

Unusa Resmikan PPMPI, Kajian Pertama Soal ke-Ekstrim-an Beragama

Surabaya, Maraknya isu-isu liar ditengah masyarakat membuat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ambil sikap. Dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *