Home / BERITA / Kesenian NU, Sambut Resolusi Jihad Di Hoofdbestuur

Kesenian NU, Sambut Resolusi Jihad Di Hoofdbestuur

Ketua NU Kota Surabaya menyerahkan kembali Pataka Resolusi Jihad kepada tim kirab Hari Santri 2016 yang diterima oleh Wakil Sekjen PBNU Isfah Abidal Azis MHI, di Kantor Hoofdbestuur, Sabtu (15/10).
Ketua NU Kota Surabaya menyerahkan kembali Pataka Resolusi Jihad kepada tim kirab Hari Santri 2016 yang diterima oleh Wakil Sekjen PBNU Isfah Abidal Azis MHI, di Kantor Hoofdbestuur, Sabtu (15/10).

SURABAYA, Rombongan kirab Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad NU tiba di kantor PCNU Surabaya tepat pukul 07.30 Ahad (15/10) di Hoofdbestuur, Jalan Bubutan VI Surabaya. Rombongan dipimpin oleh Ishafah Abidal Aziz, Wakil Sekretaris Jendral PBNU ini, memasuki kantor dengan melihat satu-persatu bentuk bangunan kantor bersejarah itu.

Rombongan kirab disambut disambut dengan berbagai kesenian khas warga NU yaitu Hadrah, Pencak Silat, Jidor dan diterima oleh Kapolrestabes Surabaya (Kepala Kantor Hoofdbeurau Surabaya) Kombes Pol Iman Sumantri yang ditandai dengan peneyerahan bendera pataka Resolusi Jihad.

Ishafah dengan suara haru hingga air matanya menangis mengatakan, di sinilah tempat awal perjuangan para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sehingga membuat para santri berani mati untuk tanah airnya.

“Di sinilah kantor pertama PBNU yang dikenal dengan sebutan Hoofd Bestuur Nahdatoel Oelama (HBNO) ini, tempat pertemuan ulama dari konsul-konsul Se Jawa dan Madura kemudian mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad NU pada tanggal 22 Oktober 1945,” kata H A Muhibbin Zuhri dihadapan puluhan peserta kirab hari santri.

“Di sini rumah kita, rombongan kirab pulang ke rumah besar NU. Rumah ini, telah membesarkan bangsa Indonesia,” lanjut Muhibbin.

Seperti tahun sebelumnya, tahun ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menggelar Kirab Resolusi Jihad NU.  Penyelenggaraan kirab sebagai salah satu bentuk peringatan Hari Santri Nasional pertama setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Nantinya kirab akan menempuh jarak 2000 kilometer dan memakan waktu sepuluh hari. Surabaya menjadi salah satu kota yang dilewati rombongan kirab. Di kota ini NU dilahirkan oleh para ulama pada 31 Januari 1926 lalu.

Sebelum menuju ke kantor PCNU terlebih dahulu rombongan kirab melakukan ziarah ke Makam Sunan Ampel ba’da subuh. Dan agenda berikutnya silaturrahmi, berdialog dan bersosialisasi dengan warga NU di Surabaya.

Rombongan kirab menuju ke kantor PWNU Jatim, Mojokerto, Jombang dan bermalam di Pesantren Lirboyo, Kediri. “Hingga nanti kami akan sampai Cirebon pada tanggal 21 Oktober malam hari dan tepat pada tanggal 22 Oktober pagi sudah sampai di Jakarta untuk mengikuti upacara hari santri yang akan dipinmpin langsung oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian,” kata Ishafah dalam sambutannya. (Rofi Boenawi)

About admin

Check Also

sPPMPI

Unusa Resmikan PPMPI, Kajian Pertama Soal ke-Ekstrim-an Beragama

Surabaya, Maraknya isu-isu liar ditengah masyarakat membuat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ambil sikap. Dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *