Home / BERITA / Target Sertifikasi Tanah Di Surabaya 2017

Target Sertifikasi Tanah Di Surabaya 2017

4.-Kementerian-ATRSurabaya, Sertifikasi untuk seluruh tanah di Surabaya ditargetkan bisa selesai pada akhir 2017. Hal ini ditegaskan Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil dalam kesepakatan bersama dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini

“Dengan program kerjasama pendaftaran dan sertifikasi seluruh bidang tanah di wilayah kota Surabaya, Jawa Timur ini, diharapkan sertifikasi seluruh bidang tanah di Surabaya dapat selesai dalam waktu satu tahun ke depan,” terang Sofyan,dalam siaran pers di Kantor Kementerian ATR/BPN Jakarta,Selasa (9/8).

Sofyan juga menjelaskan, sudah 71 tahun sejak Indonesia merdeka, sampai saat ini baru 60 persen bidang tanah di kota Surabaya yang tersertifikasi yakni mencapai 382,533 bidang tanah. Dan itu berarti masih terdapat 224,067 bidang tanah atau 40 persen yang belum terdaftar.“Untuk itu kami canangkan program sertifikasi untuk 40 persen sisanya dalam waktu 1 tahun ke depan,” tegas Sofyan.
Sertifikasi Seluruh Bidang Tanah di Surabaya Ditargetkan Selesai Akhir 2017
Diketahui, langkah percepatan ini merupakan upaya negara agar semua rakyat Surabaya mendapatkan kepastian hukum. Karena dengan adanya program sertifikasi tanah ini akan mengurangi sengketa dan konflik tanah serta terwujudnya desa / kelurahan lengkap, yaitu desa / kelurahan yang seluruh bidang tanahnya sudah terdaftar dan bersertifikat.

“Program ini akan sangat bermanfaat bagi seluruh warga Surabaya sekaligus memudahkan pembangunan infrastruktur,” tambahnya.

Bila program sertifikasi ini berjalan dengan baik, maka Surabaya akan menjadi kota pertama di Indonesia yang seluruh bidang tanahnya tersertifikasi. “Setelah Surabaya, Kementerian ATR/BPN akan mendorong program kerjasama serupa dilakukan di kota-kota lain di Indonesia antara lain di DKI Jakarta dan Batam,” terang Sofyan.

Sofyan juga menambahkan perbaikan data tanah yang teregistrasi di Surabaya dan Jakarta, secara tidak langsung akan memperbaiki peringkat Indonesia Tingkat Kemudahan dalam Berusaha (Ease of Doing Business) yang dikeluarkan Bank Dunia.

Sementara Walikota Surabaya Tri Rismaharini, merespon positif program kerjasama ini, dimana menurut Risma, salah satu persoalan tanah rakyat miskin adalah belum adanya sertifikasi, sehingga muncul spekulan tanah yang merugikan masyarakat. “Seluruh aparat dan warga Surabaya akan membantu kesuksesan program ini,” pungkasnya. (win)

About admin

Check Also

IMG_1728

Tingkatkan TI di Bidang Kesehatan, Fakultas Teknik Unusa datangkan Pakar dari BPJS Kesehatan

Surabaya – Untuk menunjang perkembangan zaman dan kemampuan dalam bidang teknologi informasi, Program Studi S1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *