Home / BERITA / Kronologi Tragedi Pengusiran Ketua NU Surabaya Di Sidang Paripurna DPRD

Kronologi Tragedi Pengusiran Ketua NU Surabaya Di Sidang Paripurna DPRD

diusir pamdal

Kronologi Pengusiran

Pukul 09.08 saya secara pertelpon kepada Ketua Komisi B, meminta untuk memfasilitasi (tempat transit, pemberitahuan kehadiran Ketua PCNU diparipurna, dan tata cara menghadiri paripurna), yg pada waktu itu diarahkan untuk sementara transit diruangan wakil ketua dprd dan paripurna bersifat terbuka, dan untuk hal-hal tekhnis kehadiran ketua PCNU disanggupi oleh ketua komisi B

Pukul 10.45 saya bersama pak halim sudah digedung dewan lewat pintu belakang, diantar mas Hasyim kita naik keruang Wakil ketua dprd, dijalan ketemu dengan pak Asmuni dan pengurus arsad atau rosad (maaf namanya lupa meski sering bertemu) yg ditugasi Ketua komisi B mengantarkan ketua PCNU masuk ruang sidang dan transit diruang H. Masduki

Pukul 09.45 saya bersama Bpk. H. Abd. Halim berangkat ke DPRD, secara pertelpon juga menyatakan dijalan A. Yani arah kantor dprd, yg sedikit terhambat kemacetan dan sedikit ada insiden, mobil ketua ditabrak motor,

Waktu itu ketua masih parkir mobil, padahal perkiraan saya beliau harusnya tiba lebih dahulu, ternyata saya lebih dahulu dikantor dewan

Pukul 10.50an Ketua masuk kekantor dewan dari pintu utama, langsung disambut beberapa anggota dprd dari komisi B, dan saya berinisiatif menemui ketua komisi B, untuk bersamaan masuk ruangan paripurna, sebab kurang sreg kalau masuk ruang sidang bersama dengan anggota dprd, dengan sedikit basa basi dan encep kopinya beserta sebatang rokoknya ketua Komisi B dan kenalan dengan Ketua Pansus Raperda mihol, akhirnya ketua Komisi B bersedia bareng dengan ketua PCNU, namun masih sempat duduk diruangan wakil ketua,

Pukul 11.00an kita berenam (ketua komisi B, Ketua Pansus, Ketua PCNU, saya, Pak Halim, Pak Asmuni dan rosad atau arsad) naik kelantai 3. Ruang sidang Paripurna, pada saat itu, pamdal sudah menghadang jalan kami, namun dijawab sama ketua Komisi B, bahwa kami bersamanya, dan setelah didalam ruangan (saya, ketua PCNU dan rosad atau arsad tanpa pak halim dan pak asmuni), kami diarahkan Pamdal yg kebingungan (sebab Ketua pansus dan ketua komisi) satu memerintahkan naik ada yg memerintahkan duduk dibawah, sebab tangga yg dekat pintu masuk diduduki para Wartawan, namun dengan arahan dari pamdal kita naik dibalkon

DSC_5901

Kita bertiga duduk dibalkon paling depan (langsung menghadap pimpinan sidang), setelah duduk saya pun mendokumentasikan persidangan yg pada saat itu wisnu sakti buana membacakan laporan, setelah selesai poto2 ketua PCNU membisiki saya, sol armuji langsung telpon2 kayaknya gerah dengan kehadiran kita, saya jawab dengan santai ah mbotenlah, sedangkan arsad atau rosad pingin ngajak ngobrol dan minta diphotokan berdua dengan ketua, sayapun ikut bergeser tempat duduknya, dan sekaligus motret dari belakang ketua PCNU sehingga dpt terlihat kalau ketua PCNU ikut hadir disidang paripurna, tak berselang lama pamdal dengan berseragam lengkap bukan cokalauat tua dibalkon mengharapkan kita turun untuk duduk tidak duduk dibalkon, disuruh duduk diruang bawah bersama pegawai negeri

Kamipun turun kebawa dan mengambil tempat duduk terdepan dari kursi kosong yang langsung secara simetris lurus dengan ketua pimpinan sidang (utamanya lurus dengan ketua PCNU), ketika kita duduk belum jenak, ada anggota (yg kemudian saya ketahui dari Zakaria kalau dia adalah baktiono/pdip) yg mengarahkan hpnya untuk memotret posisi duduk kita (menurut Zakaria pula setelah motret Adi Sutarwiyono lari ke Pamdal setelah dapat gambar tempat duduk kita), setelah itu satu orang pamdal (ketika saya ceritakan ciri2nya kepada cak Hasyim ternyata komandan pamdal) meminta kami keluar dengan alasan atas inisiatif ketua sidang melalui telepon kepada protokoler dengan alasan menanyakan undangan, dengan agak sedikit tegang undangan kami dibawah ketua Komisi B, agak lama pembicaraan kami dengan nya, sampai pamdal tersebut, merengek bahwa dia hanya menjalankan tugas atas perintah ketua sidang, dengan tegas kita jawab suruh protokoler yg mengusir kami, ketua PCNU terlihat tegas dan mantap pada saat itu

Pada saat itu, ketua PCNU berunding, bagaimana ini tetep atau bertahan, dan kita sepakat bertahan, oh ya rosad atau arsad keder dan keluar dari ruangan diperistiwa diatas, dan sedikit membujuk kami untuk menuruti pamdal

Sebelum komandan pamdal diatas datang, ketua PCNU membisiki saya ini ketua sidang ulap dengan kehadiran kita, saya jawab dengan santai mboten cak, kita ditempatkan pada proporsinya setelah dipindahkan dari balkon.

Tak berselang lama, kira2 lamanya saya ngetik wa peristiwa itu ke erwin, group wa NUurban_muda, ketua pc. GP Ansor dan mas imam jtv, 4 orang pamdal datang menyuruh kami meninggalkan tempat duduk karena tempat itu adalah tempat duduk kepala-kepala dinas, dengan tegas ketua PCNU menjawab loh yg nyuruh kita duduk disini td kan kalian, saya hadir disini tidak membuat gaduh sidang, kalau kalian begini terus kalianlah yg buat gaduh, disaat itu sebagian pamdal dipanggil anggota dewan (mazlan mansur dan pak yanto) dan sebagian lagi dilerai oleh pak kepala bakesbanglinmas, dan pada saat itu beliau mohon kita tetap didalam ruangan dan untuk urusan ini beliau bantu urus, dan beliau minta maaf tidak tahu kalau yg ada disitu ketua PCNU,DSC_5903

Sambil sedikit tegang ketua PCNU bilang kepada saya, kalau kita diusir lagi, kita keluar tapi siapkan Wartawan didepan pintu paripurna, saya pun kontak lagi dengan mas Erwin

Mohon maaf inilah sedikit kronologi yg mampu dan sempat saya ingat, maaf ketua kalau ada yg kurang atau kelebihan njenengan luruskan, semoga peristiwa tadi pagi tidak ada tafsiran2 yg berbeda

Sehingga sampai paripurna DPRD Kota Surabaya ditutup kita tidak didatangi lagi sama pamdal

diatas balkon ada beberapa mahasiswi yg menurut asisten sekretariat DPRD juga tidak dapat undangan tp memberitahukan kepada ketua DPRD, yg tidak disuruh turun atau disuruh keluar karena tidak memiliki undangan oleh pamdal

Dan para Wartawan saya yakin juga tidak memiliki undangan, sedangkan H. Moch. Hamzah dan H. Abdul Halim tidak diperkenankan masuk oleh pamdal yang ada dipintu masuk seperti halnya ketika saya akan masuk ruangan Sidang yang kayaknya sangat steril dari Rakyat (Mfr NU/*)

About admin

Check Also

IMG_1728

Tingkatkan TI di Bidang Kesehatan, Fakultas Teknik Unusa datangkan Pakar dari BPJS Kesehatan

Surabaya – Untuk menunjang perkembangan zaman dan kemampuan dalam bidang teknologi informasi, Program Studi S1 …

2 comments

  1. di bereskan secarah halus saja yaa.

    • Alhamdulillah sudah bisa dibereskan meskipun harus ada sedikit unjuk rasa dari Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (GP. ANSOR, BANSER, IPNU, IPPNU, PMII dan elemen lainnya dikota Surabaya), InsyaAlloh seluruh anggota DPRD KOTA SURABAYA bersedia mempercepat pengesahan Raperda Larangan Minuman Beralkohol dikota Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *